Langkah Pengembangan Web

Langkah Pengembangan Web – Semakin berkembangnya internet di Indonesia, makin banyak pula yang mengenal website. Website ilah apa yang Anda kunjungi setiap hari di internet.

Dari Google, Facebook, Twitter, CNN, Kompas, Tokopedia, Bukalapak, hingga Niagahoster. Pada saat Anda membuka layanan-layanan tersebut di perangkat desktop atau mobile, yang Anda buka adalah website.

Walaupun sudah berinterasi dengan website setiap hari, mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui apa itu pengertian website. Berikut ini akan dibahas mengenai pengertian website beserta sejarah, jenis-jenis, dan manfaatnya.

Website ialah sebuah kumpulan halaman pada suatu domain di internet  yang dibuat dengan tujuan tertentu dan saling berhubungan serta dapat diakses secara luas melalui halaman depan (home page) menggunakan sebuah browser menggunakan URL website.

Website pada pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada akhir tahun 1980an dan baru resmi online pada tahun 1991.

Tujuan awal Tim Berners-Lee dalam membuat sebuah website ialah agar lebih memudahkan para peneliti di tempatnya bekerja ketika akan bertukar atau melakukan perubahan informasi.

Pada saat itu, website mulai bisa digunakan secara gratis oleh publik baru diumumkan oleh CERN tepatnya tanggal 30 April 1993.

Website bisa dimiliki oleh individu, organisasi, atau perusahaan. Pada umumnya sebuah website akan menampilkan informasi atau satu topik tertentu saja, walaupun pada saat ini banyak website yang menampilkan berbagai informasi dengan topik yang berbeda.

Langkah Pengembangan Web

Kesan pertama kali pada saat pengguna mengunjungi website Anda sangat mempengaruhi penilaian mereka ke website secara keseluruhan. Apakah pengguna menjadi terkesan atau tidak setelah mengunjungi situs tergantung pada tata letak dan visual. Hal tersebut yang membuat tahap pengembangan web menjadi salah satu kunci paling penting dalam membangun kesuksesan citra online Anda.

Setiap proyek besar website yang saya garap, harus melalui langkah-langkah tertentu mulai dari inisiasi sampai dengan selesai. Hal tersebut penting dilakukan, agar pengembangan dapat terarah dan menghasilkan sebuah website yang memiliki nilai. Walaupun tahapan yang tepat dari proses pengembangan web bervariasi, akan tetapi langkah-langkah dasar yang harus dilalui sama.

Berikut ini adalah langkah-langkah pengembangan website yang akan membantu Anda memahami bagaimana sebuah situs web yang dirancang dan dikembangkan secara profesional.

Langkah 1: Perencanaan Proyek

Perencanaan proyek berfungsi untuk menentukan tujuan-tujuan dan sasaran dari sebuah proyek pengembangan web. Pada tahap ini dapat dibilang tahap terpenting karena menentukan hasil akhir. https://gembalapoker.biz/ Hal tersebut selanjutnya dibagi ke dalam sub bagian berikut.

Analisis Kebutuhan – analisis kebutuhan mempunyai fungsi untuk mencari tahu persyaratan yang tepat dari sebuah website. Ini termasuk dalam menentukan target pengguna, tujuan website, fitur rinci, dan informasi lain yang sejenis tentang website.

Ringkasan Proyek – ringkasan proyek meringkas persyaratan website. Dokumen ini biasanya singkat, dan berfungsi sebagai titik acuan seluruh proses pembangunan web.

Menentukan Sumber Daya yang Diperlukan – Tahap perencanaan proyek juga mendefinisikan perangkat lunak dan persyaratan sumber daya lainnya untuk proyek website. Pada langkah yang pertama, setiap kebutuhan media pihak ketiga diidentifikasi. Semua persyaratan sumber daya kemudian ditambahkan ke anggaran proyek.

Tujuan kinerja utama – Tahap perencanaan situs juga melibatkan menentukan tujuan kinerja utama. Tenggat waktu proyek, biaya yang dianggarkan, dan juga kecepatan halaman ialah beberapa desain website dan pengembangan tujuan yang ditetapkan pada tahap ini.

Analisis Pesaing – Akhirnya, tahap ini juga melibatkan dalam melakukan analisis pesaing. Yang merupakan saingan bisnis dari website Anda? Berapa banyak pengunjung akan mengunjungi website? Apa yang akan menjadi tingkat bouncing mereka? hal penting lain yang dianggap pada tahap ini juga meliputi merek visual, panggilan untuk bertindak, navigasi, dan tata letak.

Langkah 2: Menentukan Ruang Lingkup Proyek

Pada tahap selanjutnya dari proses pengembangan meliputi penentuan ruang lingkup proyek. Menentukan ruang lingkup proyek secara baik akan membantu dalam memastikan bahwa proyek website berakhir tepat waktu dan sesuai anggaran yang ditetapkan. Salah satu cara yang terbaik untuk menggambarkan ruang lingkup dari proyek ini yaitu menggunakan grafik. Grafik dapat memmberikan visualisasi proyek. Grafik menunjukkan kegiatan yang terlibat dalam proyek tersebut. Hal ini juga menunjukkan kerangka waktu untuk menyelesaikan setiap tahap. Ini membantu dalam menentukan ruang lingkup proyek. Selain itu, juga menciptakan akuntabilitas antara tim desain website.

Langkah 3: Desain Website

Tahap penting berikutnya dari proses pengembangan website ialah merancang desain website itu sendiri. Pada tahap ini, tim pengembang fokus untuk memilih tema, warna, tata letak, fitur, dan aspek lain dari situs web. Selama tahap ini para desainer situs menggabungkan berbagai elemen seperti logo perusahaan, warna yang memperkuat identitas merek, tema yang mencerminkan portofolio produk perusahaan, dan tata letak yang elegan dan terlihat menarik. Perancang situs juga akan membuat satu atau lebih desain prototipe untuk website. Kemudian prototipe tersebut dikirim ke Mitra untuk dapat direview dan dipilih desain yang diinginkan.

Langkah 4: Pengembangan Situs Web

Dalam tahap pengembangan situs web ini, tim pengembang membagi setiap elemen website dan menggunakannya untuk membuat website fungsional. Tahap ini meliputi; pengembangan halaman depan sesudah kerangka dasar (Shell) selesai dibuat. Shell website juga mengandung struktur navigasi dan tata letak situs tanpa konten web. Sesudah pemilik situs menyediakan konten, yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh situs sesuai dengan Shell yang telah dibentuk sebelumnya. Pada sisi teknis, proses pengembangan website meliputi unsur-unsur seperti merancang bentuk kontak interaktif, menerapkan gateway pembayaran, dan memilih CMS (sistem manajemen konten) seperti WordPress, Joomla, dan Magento.

Langkah Pengembangan Web 1

Langkah 5: Situs Web Pengujian dan Deployment

Tahap terakhir dari pengembangan pengujian dan deployment ini yaitu pengujian. Pada tahap ini, desainer situs menambah sentuhan akhir untuk situs dan menguji situs sebelum di rilis. desainer juga akan menguji fungsionalitas lengkap dari situs untuk memastikan bahwa semua fitur berjalan lancar tanpa kesalahan apapun. Perancang situs juga akan menguji semua script utama dan forum, memastikan bahwa situs dapat menampilkan konten secara baik pada perangkat yang berbeda dan platform (misal; smartphone berbasis Android dan iOS), memverifikasi link internal, dan juga tugas-tugas lain yang sejenis.

Perancang situs web juga akan memvalidasi kode situs untuk memastikan bahwa semua memenuhi standar website terbaru. Hal ini memastikan bahwa website dapat bekerja secara lancar tanpa masalah. Website ini kemudian ditunjukkan kepada Mitra untuk mendapatkan persetujuan akhir dari situs. Setelah persetujuan akhir, kini saatnya pihak pengembang memberikan situs kepada Mitra.

Pada akhirnya, tim pengembangan website juga menambahkan rincian halus pada website untuk mengoptimalkan fungsi dan kinerja seperti pemasangan plugin, optimasi SEO (Search Engine Optimization), dan optimasi kecepatan halaman.

Akhirnya, bersama dengan artikel ini Anda harus mengetahui bahwa proses pengembangan web membutuhkan banyak waktu dan usaha. Merancang sebuah situs web supaya menjadi menarik secara visual adalah tugas yang berat. Akan tetapi kami harap hasilnya bisa lebih besar dari usaha, biaya, dan waktu yang dibutuhkan untuk sebuah karya seni situs web yang indah.